Kelor Sebagai Penjernih Air atau Koagulan Alami


 

Dunia ini tak selebar daun kelor itulah pribahasa yang sering kita dengar atau mungkin pernah kita ucapkan. Namun kita bukan membahas maksud dari pribahasa tersebut, yang akan kita bahas adalah salah satu manfaat tanaman kelor. Sesuai dengan judul diatas ternyata kelor bisa digunakan sebagai bahan penjernih air. Sebelum membahasnya kita kenali dulu apa dan bagaimana tanaman kelor itu. Mungkin anda pernah melihatnya atau anda memiliki tanaman ini disekitar pekarangan rumah atau di kebun.

}  Nama latin: Moringa oleifera

}  Sinonim: Moringa pterygosperma,Gaertn.

}  Nama Lokal :

            Kelor (Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, Lampung), Kerol (Buru); Marangghi (Madura), Moltong (Flores), Kelo (Gorontalo); Keloro (Bugis),     Kawano (Sumba), Ongge (Bima); Hau fo (Timor).

Kelor (moringa oliefera) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki ketingginan batang 7 -11 meter. Di jawa, Kelor sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar karena berkhasiat untuk obat-obatan. Pohon Kelor tidak terlalu besar. Batang kayunya getas (mudah patah) dan cabangnya jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Batang pokoknya berwarna kelabu. Daunnya berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Kelor dapat berkembang biak dengan baik pada daerah yang mempunyai ketinggian tanah 300-500 meter di atas permukaan laut. Bunganya berwarna putih kekuning kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau. Bunga kelor keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segi tiga memanjang yang disebut klentang (Jawa). Buahnya pula berbentuk kekacang panjang berwarna hijau dan keras serta berukuran 120 cm panjang. Sedang getahnya yang telah berubah warna menjadi coklat disebut blendok (Jawa).

Itulah sedikit membahas mengenai kelor sekarang kita bahas bagaimana kelor itu sebagai bahan penjernih air atau bahan penjernih air alternatif. Judul diatas disebut koagulan alami. Apa itu koagulan. Koagulasi/flokulasiadalah proses pengumpulan partikel-partikel halus yang tidak dapat diendapkan secara gravitasi, menjadi partikel yang lebih besar sehingga bisa diendapkan dengan jalan menambahkan bahan koagulasi (koagulan). Kegunaan koagulan/flokulasi adalah memudahkan partikel-partikel tersuspensi yang sangat lembut dan bahan-bahan koloidal di dalam air menjadi agregat/jonjot (proses sebelum penggumpalan) dan membentuk flok, sehingga dapat dipisahkan dengan proses pengendapan dan dapat juga berfungsi menghilangkan beberapa jenis organisme dalam air.

Penelitian dari The Environmental Engineering Group di Universitas Leicester, Inggris, telah lama mempelajari potensi penggunaan berbagai koagulan alami dalam proses pengolahan air skala kecil, menengah, dan besar.Penelitian mereka dipusatkan terhadap potensi koagulan dari tepung biji tanaman Moringa oleifera. Tanaman tersebut banyak tumbuh di India bagian utara, tetapi sekarang sudah menyebar ke mana-mana ke seluruh kawasan tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia tanaman tersebut dikenal sebagai tanaman kelor dengan daun yang kecil-kecil.

PROSES PENJERNIHAN AIR DENGAN KELOR

langkah-langkah dalam penggunaan kelor sebagai penjernih air adalah sebagai berikut :

  1. Biji kelor dibiarkan sampai matang atau tua di pohon, Biji kelor dipilih yang sudah tua dan kering di pohon (kadar air 10%).

  2. Biji tak berkulit tersebut kemudian dihancurkan dan ditumbuk sampai halus sehingga dapat dihasilkan bubuk biji Moringa.

  3. Tambahkan sedikit air bersih ke dalam bubuk biji sehingga menjadi pasta.

  4. Letakkan pasta tersebut ke dalam botol yang bersih dan tambahkan ke dalamnya satu cup (200 ml) lagi air bersih, lalu kocok selama lima menit hingga campur sempurna.

  5. Saringlah larutan yang telah tercampur dengan koagulan biji kelor tersebut melalui kain kasa dan filtratnya dimasukkan ke dalam air 20 liter (jeriken) yang telah disiapkan sebelumnya, dan kemudian diaduk secara pelan-pelan selama 10-15 menit.

  6. Selama pengadukan, butiran biji yang telah dilarutkan akan mengikat dan menggumpalkan partikel-partikel padatan dalam air beserta mikroba dan kuman-kuman.

Mengapa  kelor dapat digunakan sebagai penjernih air karena mengandung senyawa myrosin, emulsin, asam gliserid, asam palmitat, asam stearat, asam oleat, lemak, minyak dan senyawa yang bersifat bakteriosidis.Menurut penelitian/pengalaman pusat litbang pemukiman departemen pekerjaan umum bahwa 6 biji kelor kering yang sudah digerus cukup sebagai koagulan dan desinfektan 1 liter air. Naah itulah sedikit informasi tentang kelor semoga bermanfaat. Saya edit dan sadur dari tugas kuliah saya pada mata kuliah kimia lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s