MINERAL


MINERAL

                Yang dimaksud dengan mineral adalah unsur-unsur yang berada dalam bentuk sederhana. Dalam ilmu gizi biasanya disebut unsur-unsur mineral atau nutrien/zat gizi anorganik.

Komposisi Mineral dalam Tubuh dan Kegunaannya.

                Unsur-unsur mineral yang telah terbukti esensial dalam makanan ada kurang-lebih tujuh belas. Analisis abu mineral menunjukkan bahwa ada lebih dari dua puluh macam unsur yang terdapat dalam tubuh, yaitu: kalsium, fosfor, kalium, sulfur, natrium, klor, magnesium, besi, seng, selenium, mangan, tembaga, iodium, molibden, kobalt, krom, fluor, dan sedikit (traces) vanadium, barium, brom, strontium, emas, perak, nikel, aluminium, timah, bismuth, galium, silikon, arsen dan lain-lain. Sebagian besar mineral terdapat dalam tulang, dan kurang lebih kandungan mineral tubuh adalah 4%.

                Mineral yang terdapat dalam tubuh dan makanan terutama terdapat dalam bentuk ion-ion. Yang terdapat sebagai ion positif adalah terutama Na+, K+, Ca++  dan terdapat sebagai ion negatif adalah Cl, sulfat, fosfat. Ion-ion ini terdapat dalam cairan tubuh. Pada tulang dan gigi mineral berada dalam bentuk garam, terutama sebagai garam kalsium dan fosfat. Mineral juga terdapat sebagai senyawa organik, misalnya dalam fosfoprotein, fosfolipid, hemoglobin, hormon tiroksin (asam amino yang mengandung empat atom iodium).

                Mineral yang esensial sebagai zat gizi dibagi dalam dua katagori, yaitu unsur-unsur makronutrien (>0,005 persen berat badan) dan unsur-unsur mikronutrien (<0,005 persen berat badan).

                Keseimbangan ion-ion mineral dalm tubuh mengatur proses metabolisme, mengatur keseimbangan asam basa, tekanan osmotik, membantu transpor senyawa-senyawa penting pembentuk membran, beberapa diantaranya merupakan konstituen pembentuk jaringan tubuh. Secara tidak langsung, mineral banyak yang berperan dalam proses pertumbuhan. Perlu dijelaskan disini bahwa peran mineral dalam tubuh kita berkaitan satu sama lainnya, dan kekurangan atau kelebihan salah satu mineral akan berpengaruh terhadap kerja mineral lainnya.

                Kalsium, besi dan iodium merupakan elemen-elemen yang seringkali tidak terdapat cukup dalam makanan kita, terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Oleh karenanya dapat digunakan sebagai patokan, apabila ketiga nutrien diatas jumlahnya telah terpenuhi berada dalam diet seseorang, jumalah nutrien lain pun akan terpenuhi pula jumlahnya.

                Unsur-unsur mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah tertentu adalah kalsium, fosfor, besi, magnesium, sulfur, natrium, kalium, klor. Disamping itu tubuh memerlukan sejumlah kecil iodium, tembaga, kobalt, mangan, seng, selenium, molibden, fluor, dan sebagainya.

 

 

 

 

No.

Mineral

Fungsi

Defisiensi

Sumber

1

Kalsium

( Ca )

– Membentuk komponen tulang dan gigi

– Membantu proses pembekuan darah

– Mengaktifkan kerja otot dan memelihara fungsi otot jantung

– Pembentukan tulang tidak sempurna

– Tulang rapuh ( osteoporosis )

– Kekejangan otot

Susu, telur, mentega, keju, kacang – kacangan, sayuran, dan buah – buahan.

2

Fosfor

( P)

– Membentuk komponen tulang dan gigi

– Berperan dalam metabolisme zat – zat makanan

Jarang terjadi defisiensi, tetapi jika kekurangan dapat menyebabkan:

– tulang dan gigi rapuh

– rakhitis

Susu, telur, daging, ikan, dan kacang – kacangan

3

Natrium

( Na)

– Bersama dengan klor memelihara keseimbangan cairan tubuh

– Membantu pengiriman pesan ( impuls ) saraf dan kontraksi otot

– Mengatur premeabilitas sel – sel tubuh

Jarang terjadi, tetapi jika kekurangan dapat menyebabkan:

Nilai osmotik cairan ekstraseluler turun, kekejangan, dan kelelahan otot

Garam dapur, daging, ikan, susu, keju, telur, kentang, dan sayuran hijau

4

Klor

( Cl )

– mengatur (memelihara ) keseimbangan cairan tubuh

 

Gangguan pencernaan dan kelelahan

Garam dapur, daging, telur, dan susu

5

Kalium

( K )

– Memelihara keseimbangan cairan tubuh

– Membantu kontraksi otot

– Berperan dalam penghantaran impuls – impuls saraf

Kelelahan otot dan denyut jantung tidak normal

Ikan, daging, buah – buahab dan sayuran

6

Yodium

( I )

Komponen pembentuk hormon tiroksin. Hormon tiroksin berfungsi mengontrol pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gondok atau tiroid

– Penyakit gondok

– Pada anak – anak dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik dan kemunduran mental

Makanan yang berasal dari laut ( ikan laut, udang, kerang), garam beryodium, dan air mineral

7

Zat besi ( Fe )

Berperan sebagai komponen pembentuk warna darah ( hemoglobin ). Hemoglobin berperan dalam mengikat oksigen

Anemia ( kekurangan sel darah merah atau hemoglobin )

Sayuran hijau misalnya bayam, buah – buahan, hati, daging, susu, telurdan kacang hijau

8

Fluor

( F )

Menguatkan email gigi sehingga gigi tidak mudah keropos

Kerusakan gigi sehingga gigi mudah keropos

Susu, kuning telur, makanan yang berasal dari laut, the, dan air minum

9

Seng ( Zn )

– Membantu metabolisme protein

– Membantu penyembuhan luka dan kesembuhan kulit

– Sebagai komponen enzim yang mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru – paru

Luka tidak mudah cepat smbuh

Daging, ikan, hati, telur, susu, dan kacang – kacangan

10

Belerang ( S )

– Berperan sebagai komponen dalam pembentukan protein

– Sebagai komponen vitamin B1

Beri – beri

Susu, keju, telur, daging, sayuran, dan buah – buahan

11

Magnesium (Mg)

Unsur tulang, gigi, dan banyak jaringan lainnya, mempengaruhi kepekaan otot dan saraf, bekerja pada beberapa enzim, khususnya enzim – enzim glikolisis

Defisiensi karena makanan tidak ditemukan. Defisiensi pada olkoholisme dengan sirosis dan penyakit ginjal yang berat

Tepung gandum, kakao, kacang – kacangan, daging, makanan dari laut, dan susu

12

Mangan ( Mn )

Mengaktifkan beberapa enzim, seperti fosfatase darah dan tulang, arginase, karboksilase, dan kolinesterase

Jarang terjadi

Tepung gandum, kacang – kacangan, daging, ikan, ayam, sayuran berdaun hijau

13

Tembaga ( Cu )

Penting untuk sintesis hemoglobin dan untuk pekerjaan enzim – enzim tertentu ( misalnya sitokrom oksidase, tirosinase, katalase, urikase, asam askorbat oksidase, monoamin oksidase). Mungkin berperan dalam pembentukan tulang dan mempertahankan myelin

Menghambat pembentukan hemoglobin, anemia

Hati, tiram, daging, ikan, kacang –kacangan, dan tepung gandum

14

Selenium

Memperbaiki pertumbuhan dan mencegah penyakit tertentu. Faktor penting dalam pernapasan jaringan. Sebagai antioksidan

Aktifitas enzim glutation peroksidase terhambat, kekebalan tubuh menurun

Ikan laut, kerang – kerangan, kadarnya dalam pangan nabati tergantung pada kandungan selenium dalam tanah tempat tanaman tersebut tumbuh

15

Vanadium

– Memberi warna merah pada darah

 

Makanan laut

16

 

 

 

 

17

Kromium ( Cr )

– Menurunkan tingkat insulin

– Metabolisme karbohidarat

– Metabolisme gula

– Diabetes

– Kolestrol

Pisang, jamur, dan brokoli

 

Peranan Mineral dalam Tubuh secara umum adalah untuk keseimbangan ion-ion mineral dalam tubuh mengatur proses metabolisme, mengatur keseimbangan asam-basa, tekanan osmotik, membantu transpor senyawa-senyawa penting pembentuk bembran, secara tidak langsung, mineral banyak yang berperan dalam proses pertumbuhan .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s