PENCEMARAN AIR


1. Sumber dan Macam Bahan Pencemar Air

Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai

macam zat atau kondisi (misal Panas) yang dapat menurunkan standar

kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk

kebutuhan tertentu. Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya

karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air

tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, Sebagai contoh suatu

sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri

penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai

pembangkit tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk

kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum, memasak, mandi dan

mencuci).

Sumber penyebab terjadinya Pencemaran Air

Ada beberapa penyebab terjadinya pencemaran air antara lain

apabila air terkontaminasi dengan bahan pencemar air seperti sampah

rumah tangga, sampah lembah industri, sisa-sisa pupuk atau pestisida

dari daerah pertanian, limbah rumah sakit, limbah kotoran ternak,

partikulat-partikulat padat hasil kebakaran hutan dan gunung berapi

yang meletus atau endapan hasil erosi tempat-tempat yang dilaluinya.

Bahan Pencemar air

Pada dasarnya Bahan Pencemar Air dapat dikelompokkan menjadi:

a) Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen

yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah

industri makanan, sampah industri gula tebu, sampah rumah tangga

(sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuhtumbuhan

dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampahsampah

tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila

sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber

Kim. 16. Kimia Lingkungan 20

air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme

dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses

penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan

menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak layak

untuk diminum atau untuk mandi.

C, H, S, N, + O2 CO2 + H2O + H2S + NO + NO2

Senyawa organik

b) Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan

pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang

dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera,

diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari

limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran

hewan/manusia.

c) Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam

berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb),

tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa

logam-logam berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui

makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti

ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu

fungsi organ tubuh tersebut.

d) Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh

mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida,

herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah

industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat

dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung

dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan

makhluk hidup.

e) Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti

senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga

(ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain

itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme

 

dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal

ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan

organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat

masuk ke dalam air.

f) Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit

kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini

berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir

lainnya.

g) Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur

akibat erosi pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar

yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus, menyebabkan

air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air

kurang mampu mengasimilasi sampah.

h) Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari

limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang

menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini

menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan

akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan

dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa

organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan

oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.

Secara garis besar bahan pencemar air tersebut di atas dapat

dikelompokkan menjadi:

a) Bahan pencemar organik, baik yang dapat mengalami penguraian

oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat mengalami

penguraian.

b) Bahan pencemar anorganik, dapat berupa logam-logam berat,

mineral (garam-garam anorganik seperti sulfat, fosfat, halogenida,

nitrat)

c) Bahan pencemar berupa sedimen/endapan tanah atau lumpur.

d) Bahan pencemar berupa zat radioaktif

e) Bahan pencemar berupa panas

Parameter dan standar kualitas air

Telah Anda ketahui bahwa sumber air dikatakan tercemar apabila

mengandung bahan pencemar yang dapat mengganggu kesejahteraan

makhluk hidup (hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan) dan lingkungan.

Akan tetapi air yang mengandung bahan pencemar tertentu dikatakan

tercemar untuk keperluan tertentu, misalnya untuk keperluan rumah

tangga belum tentu dapat dikatakan tercemar untuk keperluan lain.

Dengan demikian standar kualitas air untuk setiap keperluan akan

berbeda, bergantung pada penggunaan air tersebut, untuk keperluan

rumah tangga berbeda dengan standar kualitas air untuk keperluan lain

seperti untuk keperluan pertanian, irigasi, pembangkit tenaga listrik dan

keperluan industri. Dengan demikian tentunya parameter yang

digunakan pun akan berbeda pula.

Sesuai dengan bahan pencemar yang terdapat dalam sumber air,

maka parameter yang biasa digunakan untuk mengetahui standar

kualitas air pun berdasarkan pada bahan pencemar yang mungkin ada,

antara lain dapat dilihat dari:

a) warna, bau, dan/atau rasa dari air.

b) Sifat-sifat senyawa anorganik (pH, daya hantar spesifik, daya larut

oksigen, daya larut garam-garam dan adanya logam-logam berat).

c) Adanya senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam sumber air

(misal CHCl3, fenol, pestisida, hidrokarbon).

d) Keradioaktifan misal sinar ß.

e) Sifat bakteriologi (misal bakteri coli, kolera, disentri, typhus dan

masih banyak lagi).

2. Pengaruh Pencemaran Air terhadap Kehidupan Akuatik, Hewan

dan Tumbuh-tumbuhan Darat dan Tubuh Manusia

 

Pengaruh pencemaran air terhadap kehidupan akuatik

Bahan macam makhluk yang hidup dalam air antara lain

bermacam-macam ikan, buaya, penyu, katak, mikroorganisme,

ganggang, tanaman air dan lumut. Kesemuanya termasuk dalam

kehidupan akuatik. Apabila sumber air tempat kehidupan akuatik

tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem

air/kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misal organisme yang

kecil/lemah seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan

bahan tercemar, ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati

karena kekurangan makanan, demikian pula ikan-ikan yang lebih besar

pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati.

Kehidupan akuatik dapat pula terganggu karena:

a) Perairan kekurangan kadar oksigen atau sinar matahari yang

disebabkan air menjadi keruh oleh pencemaran tanah/lumpur.

b) Permukaan perairan tertutup oleh lapisan bahan pencemar minyak

atau busa deterjen, sehingga sinar matahari dan oksigen yang

diperlukan untuk kehidupan akuatik tidak dapat menembus

permukaan air masuk ke dalam air.

c) Berkurang/habisnya kadar oksigen dalam proses pengairan bahan

pencemar senyawa organik.

d) Permukaan air tertutup oleh tanaman air seperti enceng gondok

sebagai bahan pencemar yang tumbuh subur oleh adanya bahan

pencemar berupa makanan penyubur tanaman seperti senyawasenyawa

fosfat, nitrat.

e) Peningkatan suhu air karena adanya bahan pencemar panas dari

industri-industri yang menggunakan air sebagai pendingin, atau

sebagai air bangunan dari pembangkit tenaga listrik.

 

3. Pengaruh pencemaran air terhadap hewan, tumbuh-tumbuhan

dan tubuh manusia

Diantara sekian banyak bahan pencemar air ada yang beracun

dan berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Telah anda pelajari

bahwa bahan pencemar air antara lain ada yang berupa logam-logam

berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B),

tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng

(Zn), ada yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida

nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3),

H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti

asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan

heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang

berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk

melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau

melalui kulit.

Bahan pencemar unsur-unsur di atas terdapat dalam air di alam

ataupun dalam air limbah. Walaupun unsur-unsur diatas dalam jumlah

kecil esensial/diperlukan dalam makanan hewan maupun tumbuhtumbuhan,

akan tetapi apabila jumlahnya banyak akan bersifat racun,

contoh tembaga (Cu), seng (Zn) dan selenium (Se) dan molibdium

esensial untuk tanaman tetapi bersifat racun untuk hewan.

Air merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan di muka bumi

terutama bagi manusia. Oleh karena itu apabila air yang akan digunakan

mengandung bahan pencemar akan mengganggu kesehatan manusia,

menyebabkan keracunan bahkan sangat berbahaya karena dapat

menyebabkan kematian apabila bahan pencemar itu tersebut

menumpuk dalam jaringan tubuh manusia.

Bahan pencemar yang menumpuk dalam jaringan organ tubuh

dapat meracuni organ tubuh tersebut, sehingga organ tubuh tidak dapat

berfungsi lagi dan dapat menyebabkan kesehatan terganggu bahkan

dapat sampai meninggal.

Selain bahan pencemar air seperti tersebut di atas ada juga

bahan pencemar berupa bibit penyakit (bakteri/virus) misalnya bakteri

coli, disentri, kolera, typhus, para typhus, lever, diare dan bermacammacam

penyakit kulit. Bahan pencemar ini terbawa air permukaan

seperti air sungai dari buangan air rumah tangga, air buangan rumah

sakit, yang membawa kotoran manusia atau kotoran hewan.

4. Penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran air dan

pengolahan limbah

 

Penanggulangan terjadinya pencemaran air

Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam

aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak

menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang

sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri

secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau

ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida

secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air

di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat,

karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti

enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.

Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya

jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh

manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui

pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang

mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil.

Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan

karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar

tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka limbah industri

hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.

Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada

proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.

Pengolahan limbah

Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan,

dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu

tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus

dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air.

Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan

dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.

Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat

sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan,

kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat

diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh

mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah

membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.

Sumber.: Lutfi,Akhmad.KIMIA LINGKUNGAN.2004. DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s